“Masih Belajar”-nya Iman Usman di Balik Kesuksesan CoC

Bagian dari resensi buku "Masih Belajar" oleh Nanda Yuniar

Judul Buku: Masih Belajar
Penulis: Iman Usman
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (Jakarta, 2019)
Jumlah Halaman: 224 hlm

Teman-teman di sini pasti sudah tidak asing lagi dengan viralnya gameshow Clash of Champions dari Ruangguru. Acara yang mengadu kecerdasan mahasiswa dari berbagai universitas ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Tak hanya menghibur, Clash of Champions juga berhasil memotivasi banyak orang untuk belajar lebih giat dan meraih cita-cita. 

Foto Cast CoC (Instagram Ruangguru)

Acara tersebut dapat terwujud berkat adanya creator yang mampu memimpin dan menginisiasi ide serta konsep acara yang seru, dan kemudian dieksekusi bersama tim yang solid. Yap, Iman Usman menjadi “dalang” di balik kesuksesan Clash of Champions. Namun, jauh sebelum itu, Iman telah memiliki berbagai project yang tak hanya berdampak bagi dirinya, tetapi juga memberikan makna bagi orang-orang di sekitarnya. Ini terlihat dari karakter mengagumkan Iman Usman yang dirangkum dengan apik dalam buku autobiografinya yang berjudul “Masih Belajar”.

Buku “Masih Belajar” mengisahkan perjalanan kehidupan luar biasa seorang Iman Usman, dimulai dari mimpi-mimpi kecilnya, ketekunan dan kegigihannya, hingga menjadi Iman Usman yang kita kenal saat ini. Dalam buku ini, Iman menyebutkan bahwasanya ia memiliki tujuan hidup yang sederhana, yaitu Iman ingin meninggalkan dunia yang ia tempati dengan kondisi yang lebih baik daripada ketika dia datang.

Sejak kecil, Iman Usman selalu punya cara dan insting yang kuat dalam mewujudkan tujuan dan cita-cita yang ia inginkan. Kecerdikan Iman Usman dalam melihat peluang dan kontribusinya untuk pendidikan sudah terlihat sejak duduk di bangku sekolah. Ketika SD, Iman meminta izin kepada ayahnya untuk memfungsikan warung mereka yang sudah tidak digunakan untuk dijadikan sebuah perpustakaan mini. Kemudian kesukaannya terhadap serial Harry Potter juga menjadikan Iman yang pada saat itu duduk di bangku SMP-SMA berhasil membuat bisnis online yang menjual berbagai merchandise Harry Potter.

Kontribusi positif dan berdampak dari Iman Usman masih terus berlanjut. Sejak awal menginjak dunia perkuliahan, Iman Usman mendirikan organisasi Indonesian Future Leader (IFL) yang bergerak dalam kepemudaan dan kerelawanan sosial. Kemudian pada 2014 lalu bersama seorang sahabatnya, yaitu Belva Devara, mereka mendirikan Ruangguru. Tak hanya berhenti di sana, saat ia berulang tahun yang ke-27 pada 2018 lalu, Iman Usman merayakannya dengan hal yeng berdampak melalui pemberian beasiswa mentorship dan kuliah kepada 17 orang anak. Iman menjadikan aktivitas sosial tersebut sebagai rasa syukur kepada Tuhan akan semua yang ia peroleh, dimana Iman menjadikan aktivitas sosial tersebut sebagai tindakan pay it forward—kebaikan itu harus diteruskan, agar dia menular. Bagi iman, dengan melayani maka akan memberikan rasa damai dan tenteram dalam hidupnya. Tak hanya itu, kontribusi positif Iman Usman juga masih berlanjut hingga sekarang. Pada tahun 2024 ini, melalui gameshow Clash of Champions, Iman Usman kembali berhasil memotivasi generasi muda untuk belajar lebih baik dan meraih mimpi yang lebih tinggi. Iman merasa lebih bahagia ketika ia bisa menghadirkan solusi bagi dunia pendidikan tanah air.

Penerima Beasiswa Iman Usman (Buku Masih Belajar, hlm: 182)
 
    Selain itu, Iman menginginkan dunia yang penuh kasih dan sayang. Namun ia sadar bahwa untuk menciptakan hal tersebut dalam artian sebelum mengasihani orang lain, maka ia harus mengasihi dirinya sendiri terlebih dahulu.

You can’t give what you don’t have, so if you want to love others, love yourself first” - Iman Usman

Iman Usman yang kita lihat sekarang adalah Iman Usman dengan segala pencapaian dan kejeniusannya. Tapi dibalik itu, banyak penolakan dan hambatan yang telah dilaluinya. Ya, memang terkadang menjadi penghambat untuk kita maju, tapi bagi Iman adalah bagaimana menjadikan penolakan tersebut sebagai titik balik di hidupnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Hidup bukanlah suatu perlombaan, dan setiap orang punya waktunya masing-masing. Iman sangat percaya bahwasanya Tuhan tidak akan memberikan masalah dan cobaan diluar kemampuan hambanya. Iman selalu melibatkan Tuhan dalam setiap langkahnya, yapp dia sadar betul bahwa dia tidak bisa hanya mengandalkan dirinya sendiri dan ada kuasa yang jauh bahkan amat lebih besar daripada dirinya sendiri, yaitu Tuhan. Biarkan kita mengerjakan apa yang menjadi porsi kita dengan semua usaha terbaik yang kita bisa dan sisanya kita serahkan pada Tuhan. Hanya saja, kita harus memastikan bahwa tidak pernah putus asa dan lebih dari apapun agar harapan yang kita miliki tetap hidup

Oleh karena itu, akan ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari Iman Usman. Bagaimana usaha, tekad, dan asa nya dalam menggapai apa yang dia inginkan, impikan, dan cita citakan. Untuk menjadi pribadi yang ingin hidup namun bukan hanya sekedar hidup. Dan lebih dari itu, kita sebagai manusia, tentunya selalu dan akan selalu berada dalam proses belajar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nanda's Takeaways from The 12th ICoICT 2024

Sefruit Cerita Mahasiswa Semester Akhir (Eps. 2)

Ini Harapan atau Ekspektasi Ya?