Sefruit Cerita Mahasiswa Semester Akhir (Eps. 2)
Dengan Segala Dramanya
Mahasiswa akhir gimana dramanya? banyak banget gak sih, dari yang udah kita duga sampe yang di luar nalar manusia kadang-kadang juga bisa terjadi. Di episode ini mau bagiin gimana drama per-skripsi-an dan drama per-semester-an akhir ini. Takut banget soalnya kalo harus nambah semester lagi, kan sayang banget energinya, pasti bakal capek lagi, terutama sayang di ukt sihhh. Ngerasa rugi untuk ngeluarin biaya ukt karena harus mengambil lagi 1 matkul yang menyeramkan ini :".
Episode 1 dari series ini ditulis pada 19 September 2023, dan sekarang adalah 8 Maret 2025. Ga kerasa udah hampir 1,5 tahun cerita tersebut berlangsung. Oleh karena itu, melalui postingan ini juga mau sedikit cerita gimana proses yang terjadi sejak episode 1, episode 2 ditulis hingga episode akhir . Woahh cukup lama ternyata proses dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan episode di series ini, yyy walaupun cuma 3 episode aja sih sebenarnya ehee.
Hmm mulai dari mana ya ceritanya..(?). Agak acak gapapa ya (?), tapi aku bakal usahain untuk serunut dan sejelas mungkin. Happy Reading <3!!
Oke, episode 2 dimulai dari bulan September 2023 (waktu itu bacanya jadi Sadtember). Di bulan itu, progress skripsi baru selesai melabeli data yang jumlahnya ada 10.000, belum lagi mau dicek dulu apakah anotator telah sesuai dalam melabeli data. FYI saja, skripsiku temanya klasifikasi menggunakan machine learning dengan supervised learning, jadinya aku memutuskan untuk melabeli 10.000 data secara manual dan dibantu dengan anotator. Setelah pelabelan data, saatnya berkutat dengan per-koding-an. Huhuu, part yang sangat menguras pikiran, tenaga, dan tak lupa air mata. Selama bulan september, sepertinya progress ku hanyalah berkaitan dengan data cleaning dan preprocessing. Oh ya, dataku berbentuk data tidak terstruktur, yaitu data teks. Jadi, dilakukan data cleaning yang bertujuan agar data teks tersebut bisa memiliki format yang sama agar nantinya bisa dimasukkan ke sistem (model klasifikasi). Cukup struggling untuk melakukan data cleaning dan preprocessing, mulai dari mencari tahapan apa aja yang mau dilakukan di data cleaning misalnya untuk mentransformasikan huruf besar (upper case) menjadi huruf kecil (lower case) mau menggunakan apa dan seterusnya (biasanya untuk memudahkan proses ini, pada machine learning terdapat library yang bisa digunakan) terus tetap mencari sumber di paper juga untuk bahan-bahan preprocessing.
Lanjut di bulan Oktober-November mulai membuat model klasifikasinya. Bulan-bulan itu sangat berat bagiku. Ada kalanya mikir "bisa gak ya ini selesai, bisa gak ya modelnya jadi, bisa gak ya kodingannya gak eror). Jujur capek banget rasanya, ketika udah menyerahkan waktu 24 jam kita, tetapi kodenya masih eror dan belum dapet hasil apa-apa. Coba aja dikalikan sendiri capeknya selama 2 bulan itu :". Kadang (dibaca: sering) nangis ngeliat kode yang gak jalan, kayak apa lagi nih yang kurang, perasaan udah semua. Waktu itu, khawatir banget kalo ternyata kodenya gak bekerja, terus modelnya ga bisa dibuat untuk penelitian ini, masa iya harus ngulang dari awal, masa iya untuk ganti judul lagi, masa iya apa yang udah dilakuin jadi sia-sia gini aja. Hhh gatau deh waktu itu rasanya udah gatau lagi. Ada kalanya juga salah menafsirkan model penelitian yang mau dibuat. Aku yang ngebuat ide penelitian, tapi aku juga yang salah dalam menafsirkan urutan proses modelnya. Alhasil beberapa hari (kayaknya berminggu-minggu dehh) masih otak-atik model supaya bisa sesuai maksud dari rancangan penelitian yang ada. Pernah juga, ingin menyerah untuk buat model ketiga (karena rumit bgt), dan udah nyampein ke pembimbing, tapi kata pembimbing tetap aja dengan tiga model. Jadi yaudah pasrah tiga model :). Dan inget banget sore itu, karena saking pusing dan ga fokus sepertinya, meskipun alhamdulillahnya udah ada problem yang selesai jadi kayak wah lega tinggal dikit lagi masalahnya. Kemudian di suatu momen dimana sedang mengelap piring, karena udah capek dan ga fokus, jadinya kayak tiba-tiba aja piring tersebut gak kepegang dengan baik dan terlepas, alhasil piring itu pecah. Tetapi beruntungnya, secara kebetulan ada Irbah yang chatuntuk ngajak jajan donat, untungnya dengan jajan donat bisa sedikit memperbaiki hari itu. Trimss Irbah.
Selain disibukkan dengan perskripsian, ada beberapa hal penting juga yang cukup menyita perhatian dan tenaga serta banyak belajarnya dari hal ini. Yap, melalui hal ini aku belajar tentang ketulusan dalam pertemanan, tentang bagaimana rela berkorban, tentang bagaimana untuk tidak mementingkan ego sendiri, dan tentang bagaimana dedikasi. Anyway, ini juga menjadi salah satu core memory selama 4 tahun roller coaster ini, dan terutama selama di perantauan (Jogja).
Saatnya kita lanjut dengan apa yang terjadi di bulan Desember. Desember menjadi bulan yang sibuk tetapi tidak se-stressfull bulan sebelumnya. Karena pada bulan ini, aku udah mulai bisa untuk menganilis data yang ada sehingga udah mulai bisa juga kalo ingin disambi dengan penulisan skripsi. Meskipun begitu, tetap saja melakukan bimbingan dan kemudian memutuskan sekiranya data dan hasil mana yang akan digunakan dalam skripsi.
Desember ini aku memutuskan untuk mengikuti KKN. Aku mengikuti KKN di periode 4, dimana teman-teman dekatku sudah mengikuti KKN di periode 2 (Fact: Di kampusku, dalam 1 tahun terdapat 4 periode KKN). Bagiku, KKN adalah ajang untuk kembali mengerti dengan orang lain. Tetapi menurutku, untuk diriku sendiri, aku belum sepenuhnya dan masih harus belajar mengenai orang lain walaupun itu teman se sub unit sendiri. Yang biasanya aku bergaul dengan orang-orang yang satu ritme denganku, tiba tiba di KKN aku bertemu dengan berbagai macam karakter, yang tak jarang bergesekan prinsipnya. Drama-drama KKN ada banget ternyata, dari A-Z. Aku cukup ngerasain gimana dramanya, tapi untuk aku yang anaknya tipe yaudah aja jadi drama tersebut ga aku ambil pusing sih, di yaudahin aja, walau agak kesel dan narik napas dikit. Kalo misal kayak lagi capek dan butuh keluar ya aku jalan pagi-pagi sambil cari sarapan atau izin pulang buat bimbingan skripsi, jadi sembari pulang banyak hal yang bisa dilakuin utamanya untuk me-refresh pikiran dan narik napas lagi.
Oh ya, rentang waktu KKN-ku itu adalah 50 hari, jadi sekitar pertengahan Desember-awal Februari. Kgiatan KKN yang paling aku suka adalah ketika mengajar ke sekolah. Rasanya senang dan lucu aja berinteraksi dengan murid (karena cuma beberapa hari aja, kalo lama ga tau deh gimana, tapi hopefully nanti tetap senang). Serius ya, 50 hari ketika KKN menurutku lama banget, udah kayak hampir mau 1 tahun (maapin lebay, tapi serius ini beneran). Ada aja rasanya pengen pulang. Untuk urusan hati (gejolaknya), menurutku lebih berat ketika KKN sih daripada skripsi. Karena kalau KKN kita mau nggak mau berbaur dengan orang lain yang mungkin gak kita kenal sebelumnya, jadi mesti tahan-tahan dan sabar-sabar biar gak perang sama orang lain, sedangkan kalau skripsi kita kan cuma nge-handle diri kita sendiri :). Part yang paling melegakan ketika KKN adalah acara penarikan, "YEAYY AKHIRNYA PULANG". Disisi lain dari drama KKN-ku, aku ngeliat KKN temanku, dimana sepertinya kalo dilihat dari luar KKN mereka seru banget. Ya, emang ada-ada aja sih drama-drama di setiap KKN. Buat temen-temen yang mau KKN, usahakan jaga hati yaaa, sabar-sabar, semoga dapet kelompok yang enak, ehee (peace).
Setelah penarikan KKN dan pulang, maka di Februari ini saatnya kembali berkelahi dengan skripsi. Tapi kali ini lebih santai dan ringan, karena tinggal nulis pembahasan saja. Paling stucknya ketika mencari kalimat yang bagus agar kesannya tidak mengulang kalimat sebelumnya dan tidak terlalu bertele-tele. Ngerasa kayak gimana caranya dengan kalimat dan paragraf yang segini bisa memberikan penjelasan secara utuh. Dann teng teng tenggg..., di akhir Februari, aku udah boleh untuk daftar sidang skripsi.
Kemudian mulailah melengkapi syarat pendaftaran skripsi, menunggu jadwal sidang dari akademik, mencari takjil dan menu berbuka terutama yang gratis ehee. Yap, karena Maret tahun lalu bertepatan dengan ramadhan, maka kita (aku sih) untuk mahasiswa rantau sepertinya ini adalah salah satu hal yang menarik, karena ga bingung menu makanan, tinggal datang saja ke masjid terus ikut kajian, dan dapatlah makanan untuk berbuka. Masjid di kampus juga menediakan hal tersebut, kan lumayan yaa dapet ilmu sekaligus dapat makanan :). Kalau kalian yang mahasiswa rantau, gimana ramadhan-nya?
Oke balik lagi ke skripsi, di bulan Maret tiba-tiba dapat jadwal ujian skripsi menjelang buka puasa. Jadinya, bukan berbuka dengan yang manis, tetapi berbukalah dengan jadwal skripsi yang di depan mata :"). Bulan Maret dipenuhi dengan belajar untuk sidang skripsi, hingga tanggal 20 Maret sidang skripsi dilaksanakan. Deg-degan sih sebenernya, gimana kalau hasil penelitiannya gak sesuai sama apa yang diharapkan dan banyak kekhawatiran lainnya. Tetapi syukur Alhamdulillah, bisa menyelesaikan hal tersebut dengan baikk, dan tinggallah kita menyelesaikan sesi revisi yang gak kalah banyak bagiannya.
Selanjutnya, revisi-revisi skripsi sambil nyusun plan mudik (karena udah mendekati lebaran). Keinginan untuk menyelesaikan skripsi sebelum lebaran adalah salah satu rencana yang ingin aku wujudkan, agar bisa mudik dengan tenang dan nayaman (walau masih ada revisi), dan seenggaknya bisa jawab kalo ditanya "sekarang semester berapa", "tugas akhirnya udah sampe mana", dan pertanyaan-pertanyaan template lebaran lainnya :). Setelah menyelesaikan revisi, saatnya upload revisi dan menunggu wisuda. Sebenarnya rentang waktu untuk mengupload revisi di jurusan ku adalah 30 hari, jadi bisa aja kalo ujian di Maret, revisi upload di April, dan wisuda di Mei. Karena kemarin aku ingin cukup bersantai dan menikmati rumah, jadinya aku ga buru-buru untuk upload revisi, yang penting gak lewat dari 30 hari itu, jadinya aku memutuskan gapapa wisanya di Agustus saja, yang penting ga nambah semester. Selain itu, keputusan wisuda di Agustus karena beberapa teman dekatku juga akan wisuda di bulan itu, jadi ya biar ada temannya sekaligus memberiku ruang yang cukup untuk menikmati Jogja. ya karena kemarin sibuk banget, dan ga tau kalo udah wisuda apakah bisa balik ke Jogja dan apakah suasana Jogja nantinya masih sama atau udah berbeda.
Revisian beres, lalu kita persiapkan berkas wisuda semberi berliburrr..... liburr dulu yaaa, ceritanya lanjut di episode berikutnya, karena ini ternyata panjang banget eheee. Sedikit fun fact saja, ketika skripsi aku sering banget ngerjainnya sambil dengerin podcast Agak Laen (karena waktu itu udah mumet banget, jadinya perlu sesuatu yang nyegerin, hmm yaudah aja sekalian hidupnya dikomediin) dan lagu-lagu Tulus selalu nemenin aku di setiap ngerjain per-tugas akhir-an ini. Kalo lagi nunggu running program aku putar lagu 1000 Tahun Lamanya, dimana lirik favoritku adalah "Takkan pernah berhenti untuk selalu percaya, walau harus menunggu 1000 tahun lamanya".
Ps: Oh ya, di semester akhir ini aku dapat kesempatan untuk ikut suatu konferensi di Bandung dan mempresentasikan paperku di sana. Karena pembahasannya bakalan cukup kompleks, mungkin nanti bakal aku buat series atau episode yang membahas tentang konferensi, awal mulanya gimana hingga paperku terbit. Dan habis ini bakal ada end episode dari series ini, jadi stay tuned aja yaaa, sampaii jumpa <3!!!

Komentar
Posting Komentar