Jogja Istimewa, Katanya (Eps. 1)

     

   Mengulang Tahun dan Kembali ke Jogja#1

 Holla, semoga di awal tahun ini semuanya berjalan dengan baik. Hmm Jogja begitu istimewa ya? apa menurut kamu juga? atau punya pandangan lain? Kalau kamu bilang "Iya", selamat! kamu berarti udah bisa menikmati jogja dan semua keindahannya. Jogja untuk aku? hmm akan aku ceritakan bagaimana jogja bagiku, tapi lain kali ya hehe.
   Sekarang, sebenarnya ini hanya ngebahas topik sederhana dan sebagai dokumentasi saja. Sebelumnya perkenalkan aku seorang pelajar yang kebetulan berkesempatan untuk berkenalan sekaligus menuntut ilmu di Jogja. Oh ya, aku suka menikmati Gelato di Tempo Gelato Kaliurang sehabis ujian. Bukan karena apa-apa sih, selain perlu untuk me-refresh kembali otak dan pikiran yang lumayan panas, jarak Tempo Gelato ini ga jauh dan bisa ditempuh dengan jalan kaki dari kostanku ataupun kampus. Pistachio menjadi varian rasa yang wajib memenuhi cup gelato-ku, sisanya ya biar ga bingung biasanya milih varian best seller.

Tempo Gelato, Jalan Kaliurang

     Heh bukan, ini bukan tentang gelato dan varian rasanya. Tapi kalo kalian penasaran boleh banget kepoin dan cari tau lebih lanjut tentang gelato, pssttt aku bukan ahli gelato soalnya :". Iya, kali ini tentang perjalanan hehe. Pertama, selamat udah memasuki usia baru, termasuk perjalanan yang menyenangkan atau menye..... eitss ga boleh gitu kan yaa? Usia baru ga selalu menakutkan kok, usia baru itu termasuk juga pencapaian loh. Udah berapa banyak hal yang kamu lewati, yang mungkin sebelumnya ga pernah terpikir buat ngelakuin ini dan itu. Jadi ya nikmatin aja setiap tantangan, susah, dan senangnya dengan berbagai hal yang akan dihadapi kedepannya. Kalo lagi bener-bener susah buat ngejalaninnya, ya nangis aja gapapa habis itu kalo udah membaik dan cukup reda ya coba dilanjutin, pelan-pelan aja, ga harus semuanya apa yang kamu mau bisa kamu gapai dalam sekejap. Eitss, tapi aku cukup awkward buat nge-publish hal ini, karena ya agak aneh rasanya kalau jadi pusat perhatian.
    Awalnya berencana buat menghadapi usia baru ini di rumah, terus tiba-tiba kepikiran aja gimana ya kalo misal bertambah usianya di jogja, kayaknya seru tuh bisa sekaligus jalan. Ehhhhh, tak disangka ternyata yang terjadi adalah sebaliknya, karena harus segera kembali ke jogja buat ujian tambahan. Dan yang mulanya cuma dipikirin eh malahan jadi kenyataan 😂. 
    Tepatnya, 17 Januari lalu itu adalah hari ujian tambahanku. Awalnya cukup deg-degan karena ini untuk yang pertama kali merasakan ujian dengan sistem yang cukup berbeda dengan ujian sebelumnya. Saat awal persiapan ujian ketika ingin mengkoneksikan laptop dengan proyektor, karena gugup aku ngga ngeliat kabel koneksinya, jadi aku pikir proyektornya wireless. Tetapi hingga berapa lama, aku masih tetap tidak bisa mengkoneksikannya, hingga akhirnya aku tanya ke dosen penguji, "apakah benar proyektor ini tanpa kabel?" dan kemudian dijawab oleh dosen penguji, "itu kabelnya dibawah yang warna biru". Hayo gimana rasanya saat itu, malu yang jelas hehehe. Gapapa malu di awal, alhamdulillah ujiannya lancar yeyyy.
    Esoknya, aku memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar malioboro sendirian. Iya, ini pertama kalinya jalan sendiri ke tempat yang rame banget kayak malioboro, ya walaupun jaraknya ga terlalu jauh, tapi ini suatu pencapaian udah berani pergi sendiri. Destinasi pertamaku ialah Museum Sonobudoyo, karena belum pernah sama sekali ke sana dan belum juga terlalu tau posisinya dimana jadinya aku menggunakan gojek. Tips#1: Jika kalian ingin pergi ke suatu tempat sendirian untuk pertama kalinya, mungkin lebih baik jika menggunakan transportasi umum (misalnya gojek, grab, maxim, dll karena kita bisa mengatur rute sesuai dengan tujuan yang kita inginkan) yang bisa langsung mengantarkan kalian tepat di destinasi wisata tersebut, jadi engga nyasar hehe.
    Museum Sonobudoyo terletak dJl. Pangurakan No.6, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tiket masuk ke museum ini cukup terjangkau yaitu Rp10.000 untuk satu orang dewasa. Museum Sonobudoyo merupakan museum sejarah dan kebudayaan Jawa. Jadi, di dalam museum tersebut terdapat berbagai contoh benda peninggalan sejarah, yang dimulai dari masa kehidupan pra sejarah. Selain itu, di museum tersebut juga menampilkan cerita perwayangan seperti kisah Rama dan Sinta, terdapat berbagai benda kebudayaan seperti batik, topeng, dan berbagai benda menarik lainnya yang dilengkapi dengan histori-nya masing-masing. Ternyata di museum ini juga dapat dijadikan sebagai lokasi foto (ini ga tau apakah terdapat ketentuan dan aturan khusus) untuk berbagai keperluan, seperti foto keluarga dan foto prewedding.

 

Jejak Manusia Purba, Pertunjukan Wayang, Proses Membatik. -Museum Sonobudoyo-        

   Sekitar kurang lebih dua jam menghabiskan waktu di sana, setelahnya aku berjalan kaki menjauhi museum sonobudoyo menuju titik nol Yogyakarta. Ketika di tengah perjalanan aku mampir ke kedai gelato, hmm tetapi entah kenapa aku lebih menyukai Tempo Gelato Kaliurang dibandingkan kedai gelato (ini bukan Tempo Gelato yaa) yang kukunjungi tersebut, mungkin saja karena aku sudah terbiasa dengan suasana tempo gelato dan varian rasa yang tersedia juga lebih banyak. Tips2#: Kalo mau nyobain gelato, coba dulu ke Tempo Gelato, dimana selain di kaliurang, Tempo Gelato juga punya cabang di Jl. Pawirotaman dan Jl. Taman Siswa. 
    Karena aku masih belum memiliki tujuan selanjutnya, aku terus berjalan saja hingga melewati titik nol Yogyakarta dan akhirnya sampai ke depan gerbang Museum Benteng Vredeburg yang berlokasi di Jl. Margo Mulyo No.6, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lagi-lagi, memutuskan buat mampir ke museum ini dengan membayar tiket masuk sebesar Rp3000 saja untuk satu orang dewasa. Jarak antara Museum Sonobudoyo dan Benteng Vredeburg cukup jauh, terutama bagi orang yang tidak terbiasa berjalan kaki. Tips#3: Untuk kalian yang mau coba jalan kaki itu seru banget sambil menikmati perjalanannya, tapi buat yang belum mau bisa banget naik transportasi yang ada di sekitar sana, seperti delman dan becak yang pasti tak kalah menyenangkan. 
    Benteng Vredeburg mengisahkan masa perjuangan Bangsa Indonesia ketika berada di Yogyakarta. Banyak miniatur dan replika yang menjelaskan tentang peristiwa bersejarah tersebut terjadi, termasuk tokoh yang terlibat serta lokasi yang menjadi saksi bisu perjuangan tersebut. Beberapa ruangan museum diberi nama Diorama. Diorama ini berjumlah 4 ruangan, yaitu Diorama 1, Diorama 2, Diorama 3, dan Diorama 4. Tetapi, untuk Diorama 3 aku tidak terlalu menelusuri hingga ke dalam, engga tau waktu itu mungkin karena sendirian juga ketika diruangannya jadinya kayak agak takut aja untuk melihat pajangan baju perjuangan yang ada di ruang tersebut, yaa aku anaknya lumayan penakut siihh. 


 
Kisah Perjuangan Bangsa Indonesia di Yogyakarta, Museum Benteng Vredeburg 

    Bagi yang ingin berwisata seperti itu, menelusuri setiap jalannya dengan berjalan kaki, ketika cuaca sedang terik ya akan panas sekali dan lumayan bisa buat sakit kepala hehe. Tips#4: Jangan lupa bawa topi atau payang kalo ga mu kepanasan, tapi lebih simple sih make topi aja. Sehabis dari Benteng Vredeburg, aku masih ingin mengelilingi Malioboro dengan singgah ke Pasar Beringharjo. Ya, Pasar Bringharjo termasuk sebagai pasar tertua di Yogyakarta. Di pasar tersebut, menjual berbagai macam hal, seperti batik, souvenir,  oleh-oleh khas Jogja, hingga ke perlengkapan dapur. Tips#5: Kalo mau mampir ke Pasar Bringharjo dan bisa Bahasa Jawa, boleh banget dipake bahasanya, siapa tau bisa dapat diskonan. Oh ya, pasar ini terdiri dari beberapa lantai, aku lupa persisnya dan jalan yang cukup berkelok-kelok. Hati-hati ya, jangan sampe nyasar dan barang bawaannya dijaga.
    Destinasi terakhir yang aku kunjungi sebelum pulang ialah Malioboro Mall. Di Malioboro Mall ya lumayan buat istirahat dan ngadem setelah panas-panasan jalan kaki yang cukup jauh. Malioboro Mall juga cukup ramai dan banyak berbagai booth dan toko. Bisa dibilang Malioboro Mall termasuk mall yang lengkap. 
    Hari itu berjalan dengan sangat baik, sembari mengulang tahun, bisa kembali ke jogja dan lebih mengenal dengan sejarahnya. Buat kalian yang suka bepergian ataupun sekedar refresehing untuk melepas penat serta menyukai sejarah dan suasana yang menenangkan, museum bisa menjadi jawabannya, terutama ketika sedang di Jogja, kedua museum tersebut boleh banget menjadi wishlist destinasi wisata yang wajib dikunjungi.
    Sampe di sini dulu ya ceritanya, part 2 nanti kita sambung lagiii.. Dadahhh.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nanda's Takeaways from The 12th ICoICT 2024

Sefruit Cerita Mahasiswa Semester Akhir (Eps. 2)

Ini Harapan atau Ekspektasi Ya?